7 Penyebab dinding rumah retak beserta solusinya

Penyebab dinding rumah retak dan solusinya

dinding rumah retak
Source: Pixabay.com

Hallo temen2 semua, Anda semua pasti pernah melihat tembok rumah yang retak bukan? Jika anda semua pernah melihat hal tersebut pastinya anda semua tidak pengen kan rumah anda terjadi yang namanya keretakan tembok? apalagi yang baru selesai membangun rumah kan tidak pengen terjadi hal tersebut. Selain itu juga, retakan pada tembok membuat tampilan rumah anda menjadi terlihat tidak bagus,
Ternyata, retakan pada tembok merupakan masalah yang sering terjadi pada dinding rumah yang baru maupun yang sudah lama dihuni. Nahh maka dari itu mimin ingin ngasih tau penyebab terjadinya keretakan pada tembok anda, serta solusi yang tepat untuk mengatasi keretakan pada tembok rumah anda.

BACA JUGA : 7 Prinsip dasar desain arsitektur

Ada 2 jenis retakan pada dinding yaitu:


1. Retakan struktur

Ciri- cirinya :
Retakan nya lebar
Terjadi akibat pergerakan tanah di bagian bawah pondasi rumah
Ukuran retakan kurang lebih sekitar 1mm- 2mm


2. Retakan Rambut

Ciri- cirinya:
Retakan yang bercabang- cabang
Ukuran retakan kurang dari 1mm
Terjadi karena acian atau plesteran yang kurang sempurna
Acian semen yang belum kering sudah dilapisi lagi dengan acian
Cat yang digunakan kurang memiliki elastisitas


Untuk menghindari hal- hal diatas sebaiknya harus menyiram dahulu permukaan dinding yang akan di plester agar plesteran bisa melekat kuat dengan semen, atau juga pada saat memilih cat yang akan diaplikasikan di dinding anda harus memilih cat yang berkualitas serta memiliki keelastisan. Lantas apa yang membuat dinding retak? Simak 7 penyebab berikut!

1. Perubahan pergerakan Tanah

Penyebab retakan yang satu ini mungkin sering terjadi pada rumah anda yang ditimbulkan oleh bergerak nya tanah pada bagian bawah pondasirumah kita. Masalah ini murni terjadi dari alam, ya karena tanah yang bergerak akan menggerakkan juga pondasi, deflek balok, dan dinding, retakan biasanya terjadi pada luar yaitu pada plester dan acian tetapi pada bagian dalam yakni pasangan bata masih aman. Solusi untuk masalah ini yaitu tinggal di dempul lagi permukaan tembok yang retak dengan plamir, sealant, dan lainnya.

2. Perbedaan material yang digunakan

Perbedaan Bahan/ material plesteran yang digunakan pada dinding juga bisa menyebabkan retakan pada dinding anda, memang memadupadankan material berbeda merupakan hal yang lumrah jika dapat memberi tampilan yang baik dan sedikit menghemat budget, Namun bila salah tanpa perhitungan perpaduannya malah justru akan menyebabkan masalah keretakan pada dinding anda, misalnya pertemuan pada dinding tembok dengan kayu, pergerakan masa jenis yang berbeda akan bisa membuat penyebab dinding rumah anda retak.

3. Pemasangan Conduit

Pemasangan Conduit karena adanya chapping untuk penanaman kabel dapat juga menyebabkan dinding rumah anda retak jika prosedur pemasangannya tidak benar dan tidak sesuai prosedur. Solusi untuk dinding retak yang terjadi karena conduit yaitu:
• Sebaiknya pemasangan conduit dilakukan sebelum dinding rumah kita diplester dan chapping
• Pasanglah chapping di permukaan bata dan jangan di plesteran
• Pastikan anda menutup plesteran pada chapping terlebih dahulu sebelum melakukan plester keseluruhan
• Pastikan untuk melakukan pekerjaan conduit sebelum melakukan pekerjaan plesteran

BACA JUGA: 5 Trend atap rumah minimalis kekinian !!

4. Kerusakan pada struktur balok

Penyebab dinding juga terjadi jika adanya kerusakan pada struktur balok, masalah ini kadang bisa terjadi jika memang struktur pada balok rumah anda rusak sehingga plesteran juga ikut rusak/ retak. solusi yang tepat untuk masalah seperti ini yaitu anda bisa mempebaiki struktur baloknya ataupun anda juga bisa menambahkan cairan epoxy atau sealant sebagai penguat pengikat retakan.


5. Ketebalan pada plesteran

Ketebalan pada plesteran dinding dapat menyebabkan dinding retak, karena jika tebal plesteran yang tidak sama akan menyebabkan pengeringan dan penyusutan yang berbeda pula sehingga akan terjadi retak pada plesteran terutama yang paling tipis pada sudut tembok rentan terhadap retakan. solusi nya cukup mudah yaitu 
plesteran yang dibuat haruslah rata dan pada saat memplester dan janganlah setengah- setengah pada saat memplester setidaknya harus selesai satu bidang pada dinding, jika melakukan plester setengah- setengah malah akan membuat plesteran yang lama dengan yang baru saja akan diaplikasikan tidak merekat satu sama lain.


6. Pertemuan dinding yang berbeda

Pada plesteran yang berbeda yaitu pertemuan dinding dengan beton, jika ditutupi dengan plesteran akan berbeda daya rekatnya sehingga bisa juga menyebabkan keretakan pada dinding anda. Solusinya yaitu:
• Diantara kedua permukaan yang berbeda itu harus dilatasi yaitu dengan ditambahkan sealant, rubber, fibberglass atau lainnya pada permukaan plester yang retak untuk memperkuat ikatan pada plesteran yang retak
• Pada saat membuat campuran plester harus dibuat berbeda pada dinding dan beton untuk permukaan beton biasanya lebih banyak campuran semen dan juga bisa diberi lem untuk lebih memperkuat ikatan . Memang pada pertemuan dinding dan beton sangatlah rawan terjadi retak maka dari itu perlu diperhatikan perbandingan campuran pada plesteran.

7. Faktor alam

Keretakan yang terjadi satu ini memang kita tidak bisa menyalahkan pada siapapun karena hal ini terjadi secara alami, keretakan yang terjadi karena alam seperti gempa bumi, tanah longsor, dan lain- lain. Memanglah bukan salah kita, solusinya yaitu cukup menambal nya dengan dempul dan jangan lupa berdoa agar kita semua tetep dilindungi oleh tuhan yang maha esa.

Solusi untuk dinding rumah retak

1. Perkuat Struktur pada tembok

Hal yang kamu lakukan yaitu memperkuat struktur pada tembok jika penyebab retakan adalah kegagalan struktur, penguatannya bisa berupa penebalan atau penambahan struktur. Jika kerusakan belum terlalu parah, anda harus membongkar struktur yang rusak tersebut sebelum menular ke bagian tembok yang lain.

2. Bongkar pasangan tembok

Bongkarlah pasangan tembok anda jika kerusakan terjadi sampai batu bata dan sebaiknya bongkar pasangan bata dan ganti yang bata yang rusak, pastikan anda memplester permukaan dinding pada saat pasangan bata sudah kering, dan jangan lupa untuk menyiram dahulu sebelum melakukan pekerjaan plester dan acian. Jika terdapat pipa pada tembok, sebaiknya tambahkan kawat ayam sebelum melakukan plester agar lebih kuat lagi.

3. Tambal retakan tembok

Solusi yang ketiga yaitu adalah dengan cara menambal retakan pada dinding anda dengan cara sebagai berikut:
• Kupaslah lapisan cat sampai bagian acian
• Kerok atau perlebar retakannya dengan cara mengeriknya sepanjang retakan tersebut
• Isikan lubang yang sudah dikerok tersebut dengan acian dan tambahkan lem untuk lebih memperelastis
• Setelah kering, cat kembali permukaan yang sudah ditambal tadi secara merata sehingga bisa terlihat bagus lagi.

BACA JUGA : Tips Rahasia rumah tahan gempa bumi !!

Terimakasih telah membaca artikel ini !    Semoga bermanfaat untuk anda semua ^_^
Jangan lupa untuk share ke media sosial dan juga sertakan komentar dibawah ini !!

BAGUS TRIPUTRA

Kami adalah perusahaan yang melayani Jasa Desain dan Pembangunan

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.