Metode perancangan arsitektur

Metode Perancangan Arsitektur Bangunan

Hallo, sobat arsitek semua atau pembaca pada artikel kali ini akan membahas tentang konsep – konsep dasar metode – metode perencanaan, pembangunan.

Pengertian

Metode 

Secara estimologis, metode berasal dari kata “met” dan “hodes” yang berarti melalui, sedangkan arti metode adalah jalam atau cara yang harus di tempuh untuk mencapai tujuan yang di inginkan

Perancangan

Perancangan adalah usulan pokok yang merubah suatu yang sudah ada menjadi ke yang lebih baik 

Banyak sekali pengertian yang mengemukakan pendapat tentang perancangan oleh para ahli, diantaranya sbb:

“Perancangan merupakan : proses simulasi dari apa yang ingin dibuat sebelum kita membuatnya”(PJ Booker, 1984)

“Perancangan merupakan aktivitas kreatifitas, melibatkan proses untuk membawa kepada sesuatu yang baru dan bermanfaat yang sebelumnya tak ada”(JB.Reswick,1965)

1.  Klarifikasi Perencanaan

Agara dapat mengklarifikasi sebuah perencanaan anda harus memahami dahulu teori- teori perncanaan. Dalam teori-0 teori perncanaan ada 3 pemahaman, yaitu :

a)Theory in planning (teori dalam proses perencanaan) merupakan suatu pendekatan yang digunakan dalam perencanaan, dalam existensi perencanaan sangat berkaitan erat dengan obyek atau substansi.

b) Theory for planning(Teori untuk perencanaan) merupakan teori pendekatan yang mencakup berbagai teori sosial yang menjelaskan tentang bagaimana seharusnya masyarakat dan perencanaan di masa mendatang (tujuan).

c) theory of planning (Teori perencanaan) merupakan teori tentang pendekatan yang mendukung berbagai kebijhakan tentang perencanaan baik dalam proses ataupun prosedur dan cara melaksanakannya atau substansi perencanaan.

Dalam mengkaji sebuah perencanaan, dapa ditinjau dari beberapa aspek, anatara lain :

1. Berdasarkan dari titik  pusat perencanaan, maka perencanaan dapat di bagi menjadi 3 macam pusat fojkus perencanaan yaitu:

a. Objek (Object centered), yakni perencanaanberdasarkan orientasi sasaran perencanaan.

b. Pemegang kekuasaan (Control centered), perencanaan lebih dominan dan dipengaruhi oelh pemegang modal.

c. Pengambilan keputusan (Decision centered), perencanaan ditempuh melalui jsebuah diskusi dengan owner(pemilikj bangunan) atau keputusan bersama

2. Berdasarkan dari orientasi perencanaan, maka perencanaan diklarifikasikan menjadi 2 jenis antar lain :

a. Planner Oriented (Perencanaan tradisional), yaitu perencanan yang begitu dominan dalam suatu perencanaan , owner(pemlik rumah) membicarakan segala sesuatu yang ingin di bangun kepada perencana

b. User oriented (Perencana rasional), yakni pengguna menjadi segala unsur utama dalam sebuah orientasi perencanaan.

3. Berdasarkan dimensi waktu perencanaan , maka suatu perencanaan dapat di klarifikasikan menjafi 3 jenisnya yaitu :

a Perencanaan yang berjangka pendek atau short range planning. jangka waktunya 1 – sampai 2 tahun.

b. Perencanaan jangka menengah atau intermediate planning. jangka waktunya yaitu antara 2- 10 tahun

c. Perencanaan jangka panjang atau long range planning. Jangka waktunya yaitu lebih dari 10 tahun.

4. Berdasarkan arah alur, Perencanaan dapat di kelompokakn menjadi dua jenis yaitu :

a. Top down planning. yaitu perencanaan yang di susun secara menyeluruh dan di rinci ke tingkat yang lebih rendah.

b. Bottom up planning. disusun mulai dari bawh dan di rangkum ke dalam tingkat tertentu.

“Dan sebaik – baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain”
Ikuti kami :
error

TRIPUTRA

Kami adalah perusahaan yang melayani Jasa Desain dan Pembangunan

Silahkan komentar anda disini

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
%d blogger menyukai ini: